BORNEONEWS, Palangka Raya - Pendekatan Integrated Area Development (IAD) dinilai dapat menjadi salah satu cara menghubungkan perlindungan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo mengatakan Danau Masoraian telah menjadi salah satu lokus IAD Kabupaten Kotawaringin Barat.
Menurutnya, pendekatan tersebut relevan karena pengelolaan kawasan tidak berhenti pada perlindungan lingkungan, tetapi juga menghubungkan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi wilayah.
“Pengelolaan kawasan tidak berhenti pada perlindungan lingkungan, tetapi juga menghubungkan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi wilayah,” kata Henky kepada Borneonews pada Sabtu, 19 September 2026.
Danau Masoraian berada dalam kawasan Hutan Kemasyarakatan dengan luas sekitar 3.006 hektare yang dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian. Sebanyak 213 anggota terlibat dalam pengelolaan kawasan tersebut.
Selain perlindungan hutan dan pemantauan keanekaragaman hayati, masyarakat juga mengembangkan kegiatan perikanan dengan memanfaatkan sejumlah jenis ikan yang terdapat di danau.
Henky menegaskan Masoraian tidak dapat serta-merta menjadi model yang disalin ke seluruh wilayah Kalimantan. Setiap daerah memiliki karakter sosial, ekonomi, kelembagaan dan ekologis yang berbeda.
Namun, terdapat prinsip yang dapat dipelajari, yakni masyarakat perlu diberi ruang untuk mengelola, kemampuan untuk menjaga serta manfaat nyata dari sumber daya alam yang mereka lindungi.(TESTI PRISCILLA)









