BORNEONEWS, Palangka Raya – Provinsi Kalimantan Tengah saat ini tengah menghadapi kondisi darurat bencana alam yang cukup masif sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan Laporan Harian Pos Komando (SIRINE) Penanganan Darurat Bencana Karhutla per 18 September 2026, rentetan kejadian bencana terus meningkat secara signifikan.
Tercatat, akumulasi kejadian bencana di seluruh wilayah Kalimantan Tengah sejak 1 Januari hingga 18 September 2026 telah mencapai angka 3.990 kejadian.
Dari total tersebut, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman yang paling mendominasi dan membutuhkan penanganan ekstra dari seluruh pihak.
Data dari laporan SIRINE menunjukkan bahwa karhutla menyumbang angka tertinggi dengan 3.752 kejadian yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Akibat dari ribuan insiden tersebut, total luasan area yang hangus terbakar di Bumi Tambun Bungai ini diperkirakan mencapai 12.727,13 hektar.
Selain karhutla, pemerintah provinsi juga mencatat adanya rentetan bencana lain yang turut memperparah situasi kebencanaan di Kalteng.
Bencana tersebut meliputi kebakaran permukiman sebanyak 127 kejadian, cuaca ekstrem 50 kejadian, banjir 47 kejadian, tanah longsor 3 kejadian, gelombang pasang atau abrasi 3 kejadian, dan kekeringan sebanyak 8 kejadian.
Kerugian fisik dan material akibat seluruh rentetan bencana ini juga tidak sedikit. Laporan SIRINE mencatat 8.412 unit rumah tergenang, 216 unit rusak berat, 30 unit rusak sedang, dan 58 unit rusak ringan. Kerusakan juga menimpa 43 rumah ibadah, 93 satuan pendidikan, 25 fasilitas kesehatan, 16 unit perkantoran, 91 titik jalan, dan 60 unit jembatan.
Secara keseluruhan, sebanyak 68.667 jiwa terdampak, 13 jiwa luka atau sakit, dan 1 jiwa meninggal dunia akibat rentetan bencana sepanjang tahun ini. (HERMAWAN DP/j)
Darurat Bencana: Karhutla Dominasi, Lebih dari 12 Ribu Hektar Terbakar
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Komentar (0)
Memuat komentar…







