BORNEONEWS, Palangka Raya – Peta sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan konsentrasi titik api yang mengkhawatirkan di beberapa wilayah.
Berdasarkan Laporan Harian SIRINE Karhutla Kalteng per 18 September 2026, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tercatat sebagai kawasan paling terdampak, baik dari sisi luas lahan terbakar maupun jumlah titik panas.
Kabupaten Kotawaringin Timur menempati urutan pertama dengan luasan area karhutla yang paling masif dibandingkan wilayah lainnya. Tercatat, lahan seluas 2.607,30 hektar telah hangus terbakar dari total 704 kejadian kebakaran yang ditangani oleh satuan tugas gabungan di lapangan.
Tidak hanya luas lahan yang terbakar, Kotim juga mencatatkan akumulasi titik panas (hotspot) tertinggi sepanjang tahun 2026. Sistem pantauan mendeteksi sebanyak 24.460 titik hotspot yang muncul di wilayah tersebut, menandakan tingginya kerawanan lahan gambut terhadap pemicu api.
Menyusul di posisi kedua dalam hal luas area terbakar adalah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang juga berjuang melawan kobaran api. Di wilayah ini, tercatat lahan seluas 2.325,92 hektar telah terdampak karhutla yang berasal dari 308 rentetan kejadian kebakaran.
Sementara itu, Kabupaten Pulang Pisau berada di urutan ketiga dengan area seluas 1.592,96 hektar yang telah dilalap api dari 139 kejadian kebakaran yang tercatat oleh pos komando setempat. Posisi keempat ditempati Kabupaten Seruyan dengan 1.400,89 hektar dari 418 kejadian.
Namun, peringkat luas lahan tidak sejalan dengan sebaran titik panas. Setelah Kotim, jumlah hotspot terbanyak justru tercatat di Kabupaten Kapuas dengan 21.905 titik, disusul Kabupaten Pulang Pisau dengan 21.303 titik. Padahal luas area terbakar di Kapuas hanya 993,85 hektar dari 305 kejadian, jauh di bawah Pulang Pisau.
Kedua wilayah tersebut memiliki karakteristik lahan gambut yang serupa dan berdekatan secara geografis, sehingga tingkat kemunculan titik panasnya sangat tinggi meski tidak seluruhnya berkembang menjadi kebakaran berskala luas.
Kota Palangka Raya juga patut diwaspadai dengan 18.781 titik hotspot sepanjang tahun ini, meski luas lahan terbakarnya tercatat 586,40 hektar. Secara provinsi, akumulasi titik panas Kalteng sepanjang 1 Januari hingga 18 September 2026 mencapai 137.949 titik. (HERMAWAN DP/j)
Karhutla Kotim Terparah, Kapuas dan Pulang Pisau Catat Hotspot Tertinggi Berikutnya
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







