MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Barito Utara menggelar pasar penyeimbang LPG 3 kilogram di sejumlah desa Kecamatan Teweh Timur untuk menjaga ketersediaan sekaligus stabilitas harga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga melalui Agen LPG 3 Kg PT Borneo Berdikari Mulya.

Kepala Disdagrin Barito Utara Mastur mengatakan, pasar penyeimbang dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh LPG bersubsidi dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Operasi pasar murah ini untuk membantu masyarakat memperoleh LPG 3 Kg dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus menjaga ketersediaan LPG dan mengantisipasi terjadinya kelangkaan di masyarakat,” kata Mastur di Muara Teweh, Sabtu, 19 September 2026.

Untuk Desa Benangin I, Benangin II, Benangin III dan Benangin V, sebanyak 100 tabung LPG 3 Kg disediakan dengan harga Rp31.000 per tabung.

Sementara di Desa Liju, Sei Liju, Jamud, Mampuak I, Mampuak II, Sampirang I, Sampirang II dan Muara Wakat, harga LPG 3 Kg ditetapkan Rp32.000 per tabung.

Menurut Mastur, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga harga tetap sesuai ketentuan, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah pelosok memperoleh akses LPG 3 Kg secara memadai.

“Tujuannya adalah menstabilkan harga sesuai HET, membantu masyarakat mendapatkan LPG 3 Kg, memastikan ketersediaannya agar tidak terjadi kelangkaan, sekaligus sebagai salah satu langkah untuk menekan inflasi,” jelasnya.

Mastur mengatakan, pasar penyeimbang menjadi bagian dari program Disdagrin Barito Utara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya terkait ketersediaan barang penting.

Disdagrin juga akan terus memperkuat koordinasi dengan OPD dan pihak terkait lainnya untuk menjaga pasokan serta stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Disdagrin siap menyukseskan program Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara dengan semangat 11-12 Gaspol. Tentunya semua ini dapat terlaksana dengan baik, lancar dan sesuai harapan melalui kerja sama, sinergi dan kolaborasi dengan OPD serta pihak-pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan koordinasi akan terus dilakukan agar program stabilisasi harga dan pasokan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok.