BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas PUPR Perkim Kabupaten Barito Timur merespons krisis air bersih akibat kemarau panjang dengan menyalurkan bantuan air kepada warga Desa Rodok, Kecamatan Dusun Timur, Minggu, 20 September 2026.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Penyaluran dilakukan dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J Paladuk, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Intinya kita akan mendukung program pemerintah terutama menyuplai air bersih kepada masyarakat yang sangat membutuhkan air bersih akibat kekeringan atau kemarau panjang," ucapnya.
Bantuan tersebut disalurkan di tengah kondisi kekeringan yang telah berlangsung hampir dua bulan di Desa Rodok. Kepala Desa Rodok, Jaro L Tuah, mengatakan selama periode tersebut hujan hanya turun satu kali di wilayah desanya.
"Desa kami mengalami kekeringan sudah hampir dua bulan, hanya ada satu kali hujan di Desa Rodok," kata Jaro.
Menurut Jaro, kondisi kekeringan tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya sumur warga yang mengering masih dapat kembali terisi setelah beberapa waktu, tahun ini sebagian sumur benar-benar kering.
"Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sekalipun sumur kering nanti beberapa saat akan terisi kembali dengan air. Namun pada tahun ini sumur benar-benar kering," ujarnya.
Jaro memperkirakan hampir 80 persen warga Desa Rodok terdampak krisis air bersih. Kondisi tersebut semakin berat karena distribusi air PDAM belum menjangkau seluruh wilayah desa dan hanya mencapai bagian ujung desa yang berbatasan dengan Kelurahan Ampah Kota.
"Hanya ada sekitar 20 persen warga yang masih memiliki sumber air bersih yang memadai," katanya.
Desa Rodok juga tidak memiliki sungai yang dapat menjadi sumber air bersih utama bagi masyarakat. Sementara sejumlah sungai kecil yang berada di wilayah desa telah mengering.
Beberapa titik mata air masih tersedia namun lokasinya cukup jauh karena berada di dalam kawasan hutan, dengan jarak sekitar satu kilometer atau lebih dari permukiman warga.
"Kondisi kekeringan tahun ini sangat parah bagi kami," tegas Jaro.
Menurutnya, bantuan 5.000 liter air bersih yang disalurkan Dinas PUPR Perkim Barito Timur sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti minum, memasak dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya.
"Air bersih tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan warga di desa kami yang cukup kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih seperti memasak, minum dan keperluan lain yang membutuhkan air bersih," ujarnya.
Jaro mengatakan distribusi air bersih dari Dinas PUPR Perkim Barito Timur juga direncanakan kembali dilakukan pada Senin, 21 September 2026. Penyaluran lanjutan tersebut diharapkan dapat menjangkau warga yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air.
Bagi Pemerintah Desa Rodok, bantuan tersebut menjadi kebutuhan penting selama hujan belum kembali turun. Sebelumnya, desa tersebut juga telah menerima bantuan air bersih dari Gubernur Kalimantan Tengah yang disalurkan melalui Camat Dusun Timur.
"Selama belum turun hujan kami pasti sangat membutuhkan bantuan air bersih. Karena itu kami berharap pendistribusian bantuan air ini terus dilanjutkan hingga turun hujan," kata Jaro.
Selain meminta distribusi air bersih dilakukan secara berkala selama kekeringan, Pemerintah Desa Rodok berharap Pemerintah Kabupaten Barito Timur ke depan dapat memaksimalkan fungsi PDAM agar pelayanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga.
"Harapan kami Pemerintah Kabupaten Barito Timur tetap bisa mendistribusikan bantuan air bersih secara berkala ke Desa Rodok dan ke depan dapat memaksimalkan fungsi PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa," pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









