JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.686 personel bertugas menangani karhutla di Kalimantan Tengah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengerahan kekuatan dilakukan melalui operasi darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” kata Teddy dalam keterangan yang dikutip Minggu, 20 September 2026.

Sejak Agustus, sebanyak 64 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman. Armada tersebut terdiri atas 55 pesawat BNPB dan sembilan pesawat TNI.

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” ujarnya.

Menurut Teddy, luas wilayah dan karakteristik lahan gambut menjadi tantangan dalam operasi penanganan karhutla.

Meski demikian, operasi pemadaman tetap berlangsung melalui jalur darat maupun udara.

Personel yang dikerahkan terdiri atas unsur TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, Manggala Agni, relawan hingga masyarakat.

Sebaran terbesar berada di Kalimantan Barat dengan 14.759 personel. Selanjutnya Riau dan Kepulauan Riau sebanyak 14.382 personel serta Sumatera Selatan 11.026 personel.

Kemudian Jambi melibatkan 5.984 personel, Kalimantan Tengah 4.686 personel dan Kalimantan Selatan sebanyak 3.557 personel.

Sementara berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang menggunakan pantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP dan NOAA-20, hingga Sabtu, 19 September 2026 pukul 23.59 WIB terdeteksi 1.323 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional.

Jumlah tersebut meningkat 777 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 546 hotspot.

Data tersebut menunjukkan aktivitas titik panas masih tinggi sehingga operasi penanganan dan pencegahan kebakaran terus dilakukan di berbagai wilayah terdampak.

ANTARA