PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kota Palangka Raya mencatat persentase aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) tertinggi di Kalimantan Tengah dengan capaian 19,50 persen.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palangka Raya Alman P Pakpahan mengatakan, capaian tersebut menempatkan Palangka Raya di posisi pertama dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kalteng.

“Sementara Kabupaten Lamandau berada di posisi berikutnya dengan 12,92 persen, disusul Pulang Pisau 12,57 persen, dan Barito Selatan 8,15 persen,” kata Alman, Minggu, 20 September 2026.

Secara keseluruhan, tingkat aktivasi IKD di Kalimantan Tengah tercatat sebesar 8,20 persen dan menempatkan provinsi tersebut di peringkat ke-19 secara nasional.

Menurut Alman, capaian Palangka Raya menjadi motivasi bagi Disdukcapil untuk terus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

“Capaian 19,50 persen ini pun menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas jangkauan pelayanan aktivasi IKD,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan aktivasi tidak semata mengejar persentase, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat dari identitas kependudukan berbasis digital.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya aktivasi IKD. Ini bukan hanya tentang capaian angka, tetapi bagaimana transformasi digital benar-benar memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat,” katanya.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin turut mengapresiasi capaian tersebut.

Menurutnya, tingginya aktivasi IKD merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan.

“Capaian ini tentu menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Digitalisasi pelayanan harus terus kita dorong agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin mudah, cepat dan praktis,” ujar Fairid.

Ia mengajak masyarakat yang belum melakukan aktivasi IKD untuk memanfaatkan layanan yang telah disediakan Disdukcapil.

Pemko Palangka Raya juga akan mempercepat aktivasi melalui sosialisasi, pelayanan jemput bola serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Posisi Palangka Raya sebagai peringkat pertama di Kalteng tentu menjadi kebanggaan, sekaligus tantangan bagi kami. Kami akan terus melakukan percepatan melalui sosialisasi, pelayanan jemput bola, dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.