BORNEONEWS, Jakarta – Atlet teqball putri Sumaya menyumbangkan medali perak pertama bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu mengapresiasi perjuangan Sumaya sekaligus capaian kontingen Merah Putih yang mengoleksi satu medali perak dan empat perunggu pada hari pertama pertandingan.
“Hari ini kita cukup surprise. Hari ini dulangan medali yang kita peroleh itu signifikan, satu perak, empat perunggu. Kita cukup surprise dan happy banget,” kata Todotua dalam keterangannya dari Nagoya dikutip Senin, 21 September 2026.
Sumaya mendapatkan medali perak setelah tampil pada final nomor tunggal putri teqball di Nagoya City Higashi Sports Center.
Dalam pertandingan yang berjalan ketat hingga tiga set, Sumaya harus mengakui keunggulan atlet Myanmar Wai Khin Hnin dengan skor 12-10, 8-12 dan 9-12.
Tambahan medali Indonesia pada Minggu datang dari cabang teqball dan karate. Sebelumnya, kontingen Merah Putih juga telah mengamankan medali perunggu dari wushu, teqball dan soft tennis.
Todotua berharap hasil tersebut menjadi awal konsistensi perolehan medali Indonesia selama Asian Games 2026.
Menurutnya, sejumlah atlet Indonesia juga mulai memasuki babak perempat final dan semifinal pada cabang masing-masing.
“Mudah-mudahan ke depan konsistensi dan ritmenya ini bisa tetap berkesinambungan. Kita monitor ada pertandingan yang sudah mulai masuk quarter dan semifinal, ini artinya peluang kita untuk mendapatkan medali cukup baik,” ujarnya.
Meski telah mengumpulkan lima medali, Tim Indonesia masih memburu medali emas pertama.
“Memang yang kita tunggu, kita bisa mendapatkan medali emas,” kata Todotua.
Ia mengatakan komunikasi dan koordinasi dengan masing-masing cabang olahraga terus dilakukan untuk mendukung kebutuhan atlet selama pertandingan.
Todotua juga meminta atlet dan ofisial yang belum bertanding tetap fokus mempersiapkan kondisi fisik dan mental serta menyerahkan persoalan nonteknis kepada tim pendukung kontingen.
“Untuk atlet dan ofisial yang belum datang karena schedule mereka masih nanti, tetap yakin dan percaya, tetap fokus di pertandingan. Serahkan ke kami untuk urusan nonteknisnya,” tegasnya.
Tim Indonesia juga terus memantau kondisi cuaca melalui command centre dan tim monitoring serta evaluasi, termasuk perkembangan potensi topan yang dapat memengaruhi pelaksanaan pertandingan.
“Terus fokus, terus kita persiapkan fisik dan mental. Harapannya, kondisi seperti ini, potensi medali dan bisa lebih banyak kita dapatkan,” kata Todotua.
ANTARA









