JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Sebanyak 35 kantor berita dari kawasan Asia Pasifik berkumpul di Moskow, Rusia, untuk membahas perkembangan dunia informasi, termasuk upaya bersama menghadapi penyebaran disinformasi dan berita palsu.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Dewan Eksekutif ke-58 Organization of Asia-Pacific News Agencies (OANA) yang berlangsung di Moskow, Minggu, 20 September 2026.

Pertemuan dibuka Presiden OANA Andrey Kondrashov yang juga menjabat Direktur Jenderal kantor berita Rusia TASS.

Di hadapan pimpinan kantor berita anggota, Kondrashov memaparkan sejumlah agenda organisasi, mulai dari tantangan global akibat maraknya disinformasi hingga rencana penetapan Hanoi, Vietnam, sebagai tuan rumah pertemuan tahunan OANA pada Maret atau April 2027.

Pertemuan juga membahas laporan keuangan serta perkembangan internal organisasi.

OANA turut memperluas susunan komite teknis dan komite etik. Selain itu, pembaruan teknis pada situs web organisasi telah diselesaikan sebagai bagian dari transformasi digital.

Setelah agenda rapat disepakati, pertemuan dilanjutkan dengan komunikasi informal antarpimpinan kantor berita.

Dalam kesempatan tersebut, LKBN ANTARA berdiskusi dengan sejumlah kantor berita ASEAN, antara lain Bernama dari Malaysia, Philippine News Agency dan Lao News Agency.

Pembahasan diarahkan pada penguatan kerja sama antarkantor berita ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan informasi di kawasan.

Pimpinan kantor berita Kyodo dari Jepang juga menyatakan ketertarikan terhadap gagasan tersebut dan mendukung kemungkinan penyelenggaraan pertemuan ASEAN+1 untuk membuka peluang kerja sama strategis lebih luas.

Sementara pimpinan kantor berita Nepal RSS Sandip Rai turut menyampaikan ketertarikan untuk terlibat dalam dialog dan memperkuat kerja sama regional.

Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Butarbutar mengatakan, kerja sama antarkantor berita penting untuk memahami tantangan sekaligus peluang yang berkembang di kawasan Asia Pasifik.

“Dengan membangun aliansi aktif sesama kantor berita kami jadi sama-sama mengetahui ancaman dan peluang kerja sama di kawasan Asia Pasifik, meski ada perbedaan kepemilikan dari institusi kantor berita masing-masing,” kata Benny.

Pada hari kedua konferensi, Benny dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel mengenai upaya menghadapi penyebaran disinformasi dan fake news.

Pertemuan di Moskow juga menjadi bagian dari peringatan 65 tahun berdirinya OANA.

Organisasi tersebut didirikan pada 22 Desember 1961 di Bangkok atas inisiatif UNESCO untuk memperkuat pertukaran informasi di antara kantor berita kawasan Asia Pasifik.

ANTARA merupakan salah satu anggota pendiri OANA dan beberapa kali menjadi tuan rumah Sidang Umum OANA di Jakarta, yakni pada 1979, 1988 dan 2007.

Menurut Benny, posisi OANA yang memiliki jaringan luas di kawasan Asia Pasifik dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penyebaran informasi yang akurat sekaligus memperluas distribusi konten dari negara-negara anggotanya.

“Semestinya dengan posisi OANA yang strategis ini, kantor berita se-Asia Pasifik mampu menjadi penentu arus informasi dunia yang benar dan akurat, sehingga kebenaran beritanya menjadi acuan yang sesungguhnya, bukan dari Barat saja. Oleh karena itu anggota OANA memang perlu saling memperkuat ekosistemnya sendiri dulu,” kata Benny.

ANTARA