JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah memasuki fase pengambilan keputusan terkait perang dengan Iran dan mengisyaratkan kemungkinan adanya perkembangan besar dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Trump mengatakan sejumlah pilihan masih dipertimbangkan, mulai dari meningkatkan tekanan terhadap Iran hingga membuka jalan menuju kesepakatan diplomatik.

Ia juga kembali memberikan peringatan keras kepada Teheran. Namun, Trump pada saat yang sama menyatakan masih terbuka terhadap kemungkinan perundingan.

Menjelang rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Trump mengatakan kemungkinan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap terbuka.

Pezeshkian dijadwalkan berada di New York untuk menghadiri forum PBB. Pemerintah AS sebelumnya telah mengizinkan delegasi Iran menghadiri sidang tersebut dengan sejumlah pembatasan perjalanan.

Ketegangan AS-Iran saat ini juga berkaitan dengan konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Reuters melaporkan Washington dan Teheran kembali saling melontarkan peringatan pada 20 September, sementara Iran menyatakan akan membalas apabila terjadi serangan baru.

Trump turut menyinggung perkembangan terkait kelompok Houthi di Yaman setelah serangan rudal terhadap Arab Saudi.

Menurut Trump, Washington tetap berkomunikasi dengan kelompok tersebut dan ia mengklaim Houthi telah sepakat tidak melakukan konfrontasi dengan pasukan AS. Pernyataan tersebut merupakan klaim Trump mengenai komunikasi dengan kelompok Houthi.

Perang dengan Iran diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam agenda diplomatik selama Sidang Majelis Umum PBB. Trump dijadwalkan menghadiri sejumlah pertemuan dengan pemimpin dunia, sementara Pezeshkian juga akan berada di New York.

ANTARA/ANADOLU