BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiagakan alat berat di Kecamatan Teweh Selatan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Alat berat tersebut disiapkan agar dapat segera digunakan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan tambahan.
Bupati Barito Utara Shalahuddin mengatakan, alat berat dapat dimanfaatkan untuk membuka akses menuju titik api, membuat sekat bakar hingga membantu memutus jalur penyebaran api.
“Alat berat itu nantinya dapat difungsikan secara optimal, terutama untuk membuka akses jalan menuju titik api, membuat sekat bakar atau firebreak, maupun membantu memutus jalur penyebaran api agar tidak meluas,” kata Shalahuddin di Muara Teweh, Senin, 21 September 2026.
Instruksi tersebut disampaikan setelah Shalahuddin meninjau lokasi karhutla di Kecamatan Teweh Selatan pada Minggu, 20 September 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan dan unsur terkait menghadapi potensi peningkatan kebakaran.
Menurut Shalahuddin, Teweh Selatan menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian serta tingkat kesiapsiagaan tinggi.
Karena itu, alat berat harus berada dalam kondisi siap operasi dan dapat segera dimobilisasi ketika diperlukan.
“Kita harus siap dan responsif terhadap setiap situasi di lapangan. Jangan sampai ketika dibutuhkan, peralatan justru belum siap,” ujarnya.
Ia menekankan kesiapan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla.
Seluruh perangkat daerah terkait juga diminta memastikan peralatan yang dimiliki berada dalam kondisi layak digunakan.
Selain kesiapan peralatan, Shalahuddin meminta koordinasi antarpihak terus diperkuat.
Menurutnya, pencegahan dan pemadaman karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur agar titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih luas.
Pemkab Barito Utara juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.









