BORNEONEWS, Jakarta – Pengamat politik dan isu intelijen Boni Hargens menilai jurnalisme warga atau citizen journalism dapat menjadi salah satu sumber informasi terbuka yang dimanfaatkan institusi keamanan dan penegak hukum sebagai bahan analisis.
Menurut Boni, informasi yang berasal langsung dari masyarakat dapat memberikan gambaran mengenai situasi yang berkembang di lapangan apabila dikelola dengan metode yang tepat.
“Informasi yang berasal dari masyarakat luas ini, bila dikelola dengan metode yang tepat, dapat menjadi instrumen strategis dalam pemetaan potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan keamanan (ATHG),” kata Boni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Ia menjelaskan, kerangka ATHG merupakan salah satu instrumen analitis dalam kajian keamanan nasional.
Dengan menjadikan jurnalisme warga sebagai salah satu sumber masukan, Boni berpendapat analisis dapat memperoleh tambahan data aktual yang menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Boni menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengenai laporan dan keluhan masyarakat di ruang digital yang dapat menjadi bentuk peringatan dini bagi kepolisian.
Perkembangan media sosial, kanal video daring hingga grup percakapan digital membuat warga semakin mudah merekam dan menyebarkan kejadian di sekitarnya secara cepat.
Boni menilai kondisi tersebut menuntut institusi penegak hukum untuk semakin responsif dan adaptif terhadap perubahan pola penyebaran informasi.
Ia menggunakan istilah “amorfisme informasi” untuk menggambarkan karakter informasi di ruang digital yang mudah berubah, menyebar ke berbagai arah dan sulit dikendalikan secara terpusat.
“Era digital yang ditandai oleh amorfisme informasi di ruang maya sudah seharusnya membawa perubahan pada paradigma penegak hukum dalam mengevaluasi dan meredefinisi makna dan pelaksanaan dari peran serta fungsi mereka di tengah masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Menurut Boni, kondisi tersebut membuat institusi penegak hukum tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan konvensional.
Pemanfaatan berbagai sumber informasi terbuka secara terstruktur dinilai dapat menjadi salah satu pendukung dalam membaca perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ia juga menilai hubungan aparat keamanan dengan masyarakat dalam negara demokrasi seharusnya berlangsung secara dialogis.
“Warga yang aktif melapor dan berpartisipasi melalui jurnalisme digital merupakan mitra strategis dalam menjaga keamanan nasional,” kata Boni.
ANTARA









