PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun — Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Sedidaknya dua penerbangan di Bandara Udara Iskandar Pangkalan Bun terpaksa dibatalkan akibat jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun Asri Alie, mengungkapkan bahwa pembatalan tersebut terjadi pada Minggu, 20 September 2026. Menurutnya, kondisi jarak pandang (visibility) yang memburuk membuat pilot tidak dapat mendaratkan pesawat dengan aman.

"Dua penerbangan yang batal berangkat karena asap itu dari Jakarta - Pangkalan Bun dan Surabaya - Pangkalan Bun. Jadwalnya sore hari," ujar Asri Alie saat dikonfirmasi, Senin, 21 September 2026.

Adapun maskapai yang mengalami pembatalan penerbangan tersebut melibatkan maskapai Nam Air dan Batik Air. Selain dua penerbangan yang dibatalkan, gangguan cuaca akibat asap karhutla ini juga berdampak pada jadwal penerbangan lainnya di bandara setempat.

"Adapun kondisinya kemarin itu empat penerbangan delay, satu on schedule, dan dua cancel," tuturnya merinci situasi operasional bandara hari itu.

Asri menjelaskan, pihak maskapai sebelumnya telah berupaya menunggu perubahan cuaca dengan mengajukan perpanjangan waktu operasional kepada pihak pengelola bandara. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, kondisi cuaca tidak kunjung membaik.

"Mereka (maskapai) minta waktu sampai malam. Kita tunggu sampai jam 9 malam. Ternyata visibility tetap tidak aman dan demi keselamatan, akhirnya maskapai memutuskan untuk tidak terbang," ungkap Asri.

Kendati dihadapkan pada kendala cuaca dan kabut asap, pihak pengelola Bandara Iskandar berkomitmen untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan maksimal bagi para penumpang maupun pihak maskapai yang menyesuaikan jadwal penerbangan.

"Pada prinsipnya kami siap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Jadi, kalau mereka maskapai minta tambahan waktu, ya kita tunggu," ungkapnya. (DANANG/y)