PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang melanda wilayah Kalimantan Tengah tidak menyurutkan minat masyarakat menggunakan moda transportasi udara. 

Aktivitas penerbangan di Bandara Udara Iskandar Pangkalan Bun, justru mencatatkan antusiasme penumpang yang tetap tinggi di tengah berbagai penyesuaian jadwal.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang terpantau stabil dan tidak mengalami penurunan. Bahkan, lonjakan penumpang terjadi akibat pelimpahan dari wilayah tetangga yang terdampak parah.

"Untuk penumpang tidak ada penurunan, masih normal dan cenderung meningkat. Karena banyak penumpang datang dari Sampit. Karena penerbangan di sana sering dibatalkan akibat dampak asap ini," tutur Asri Alie, Senin, 21 September 2026.

Kendati demikian, dampak kabut asap sempat memicu sejumlah gangguan operasional seperti penundaan atau delay jadwal penerbangan. Kondisi jarak pandang atau visibility yang terbatas pada pagi hari, membuat maskapai harus menunggu hingga kondisi benar-benar aman.

"Kalau pagi kabut cukup pekat. Nanti agak siang jam 11-an itu mulai normal. Kemudian jarak pandang aman itu di angka 3.000 meter, sementara ini kalau hanya 1.000 meter, itu membahayakan," jelasnya.

Berdasarkan laporan operasional dalam tiga hari terakhir, yakni pada 18, 19, dan 20 September 2026, gangguan didominasi oleh penundaan waktu terbang, sebelum akhirnya tercatat dua pembatalan penerbangan pada tanggal 20 September. Hingga kini, Bandara Iskandar tetap melayani rute penerbangan utama secara rutin.

"Jadi kita melayani penerbangan di tiga rute, yakni ke Semarang, Surabaya, dan Jakarta, dengan total 7 penerbangan," tambahnya.

Asri memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana di Bandara Iskandar berada dalam kondisi prima tanpa ada kendala teknis. 

Hambatan yang ada murni disebabkan oleh faktor alam akibat kabut asap karhutla. Pihaknya pun berharap kondisi udara segera membaik dan aktivitas penerbangan kembali normal sepenuhnya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, hingga para stakeholder yang tergabung dalam Satgas Karhutla yang telah berupaya maksimal memadamkan titik-titik api.

"Semoga upaya yang dilakukan dari Satgas Karhutla selama ini membuahkan hasil dan asap karhutla bisa selesai," pungkasnya (DANANG/y)