BORNEONEWS, Palangka Raya — Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, memimpin langsung apel penyerahan bantuan peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus pemberangkatan Tim Reaksi Cepat (TRC) Karhutla, di Lapangan Bola Makodam XXII/TB, Palangka Raya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Kasdam menegaskan bahwa Kodam XXII/TB bersama seluruh jajaran terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
"Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah pembentukan Tim Reaksi Cepat yang disiapkan untuk bergerak cepat membantu penanganan kebakaran di wilayah-wilayah rawan," katanya, Senin, 21 September 2026.
Saat ini, Kodam XXII/TB memiliki kekuatan sebanyak 52 TRC Karhutla yang siap diterjunkan. Terdiri dari 27 tim yang tersebar di 9 Kodim serta 25 tim di 5 Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
Setiap tim disiapkan untuk segera dikerahkan sesuai perkembangan situasi di lapangan, meliputi kegiatan pemadaman, pembasahan, hingga koordinasi erat dengan pemerintah daerah, BPBD, Polri, relawan, dan unsur terkait lainnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan peralatan dari BNPB.
Bantuan tersebut meliputi nozzle pemadam berbahan kuningan variabel, sepatu boot, serta perangkat semprot berkapasitas 20 liter yang dilengkapi jet sprayer gun.
Dukungan sarana dan prasarana ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan personel saat bertugas di lapangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari BNPB, Brigjen TNI (Purn) Erwansyah beserta jajaran, Kapaldam Kolonel Cpl Isariyanto, Kazidam Kolonel Czi Daniel Panjaitan, serta seluruh personel Tim TRC Karhutla Kodam XXII/TB yang akan bertugas di garda terdepan penanggulangan bencana.
"Dengan adanya perkuatan tim maupun peralatan ini, diharapkan penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan maksimal demi melindungi masyarakat serta lingkungan di Bumi Tambun Bungai," pungkasnya. (PATHUR/Y)









