BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan di halaman Kantor Bupati Barito Selatan, Senin, 21 September 2026.

Dalam momentum hari jadi kabupaten berjuluk Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut, Agustiar Sabran menyampaikan sejumlah pesan terkait pembangunan daerah, pelayanan publik, hingga kepedulian terhadap kondisi masyarakat di tengah bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kehadiran Gubernur Kalteng di Barito Selatan tidak hanya untuk menghadiri rangkaian peringatan hari jadi kabupaten. 

Ia bersama rombongan juga melakukan peninjauan terhadap lokasi karhutla serta melihat secara langsung dampak yang dirasakan masyarakat.

Agustiar mengatakan, kondisi kekeringan berkepanjangan dan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah tidak boleh menghilangkan semangat masyarakat untuk terus membangun daerah.

“Meskipun kondisi daerah kita sedang berselimut kabut asap, namun semua ini tidak mengurangi semangat kebersamaan kita untuk terus maju dan berkembang membangun daerah,” kata Gubernur.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi ke-67 Barito Selatan harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh elemen masyarakat agar semakin giat, kompak, dan bahu-membahu dalam melanjutkan pembangunan.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pemerintah daerah, lanjut dia,  harus terus memastikan kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang diperhatikan adalah peningkatan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat, serta menyelaraskan dengan kebijakan Asta Cita Presiden dan visi misi Kalteng Berkah, Kalteng Maju,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

Ia berharap tidak ada lagi masyarakat Kalteng yang tertinggal dalam pendidikan maupun mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Untuk itu kami Pemerintah Provinsi Kalteng selalu berupaya semaksimal mungkin membuat kebijakan yang benar-benar menyentuh langsung masyarakat, salah satu contohnya adalah Huma Betang ini. Daerah kita kaya, tidak boleh lagi ada rakyat Kalteng yang bodoh dan kesulitan berobat,” tandasnya.

Agustiar menyebut potensi sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Tengah harus dapat dikelola melalui kebijakan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain menghadiri upacara Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan dan meninjau dampak karhutla, Gubernur Kalteng bersama rombongan juga menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat.

Bantuan tersebut berupa puluhan ribu lembar masker, 6.000 paket sembako, serta 500 tabung gas gratis yang diperuntukkan bagi para pelaku UMKM.

Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyerahkan secara simbolis 12.000 kartu Huma Betang.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Gubernur Kalteng ke Barito Selatan sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat di tengah kondisi kekeringan dan dampak karhutla.

Momentum Hari Jadi ke-67 ini diharapkan menjadi penguat semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus melanjutkan pembangunan Barito Selatan menuju daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera. (URIUTU DJAPER/H)