PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh berhenti pada upaya memadamkan api.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan di Kantor Bupati Barito Selatan, Senin, 21 September 2026.

Gubernur menyampaikan bahwa karhutla dalam beberapa minggu terakhir meningkat dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat serta kualitas udara.

Karena itu, pemerintah harus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang diperlukan.

“Penanganan karhutla bukan soal pemadaman saja, tetapi juga penanganan dampak bagi masyarakat. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat,” tegas Gubernur di Barito Selatan, Senin, 21 September 2026.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan didorong menyiapkan langkah penanganan dampak karhutla, termasuk Rumah Oksigen, masker, air bersih, serta kebutuhan masyarakat lainnya.

Gubernur menilai perlindungan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat harus menjadi bagian dari penanganan bencana.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat. (HERMAWAN DP/H)