BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Misteri penemuan dua jenazah di pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, masih menunggu proses identifikasi.
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri dan pemerintah desa mengevakuasi keduanya secara bertahap, Senin, 21 September 2026.
Kedua jenazah tersebut hingga kini belum diketahui identitas maupun asal-usulnya. Proses identifikasi selanjutnya akan dilakukan melalui pemeriksaan di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Tim gabungan dalam proses evakuasi dipimpin Kepala Basarnas Kalimantan Tengah Anak Agung Ketut Alit Suparnata.
Sejumlah unsur terlibat, di antaranya personel Basarnas Kalteng, Kamarnit DAS Seruyan bersama personel, Danpos TNI AL bersama personel, Kapolsek Seruyan Hilir IPDA Eko Andrianto bersama anggota, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Perlu Brigpol Fazrin, aparatur Desa Sungai Perlu serta personel Koramil Seruyan Hilir.
Evakuasi pertama dilakukan sekitar pukul 08.38 WIB. Tim berhasil mengevakuasi jenazah yang ditemukan di kawasan pesisir antara Sungai Tulis dan Sungai Gantingan.
Selang kurang lebih dua jam, tim kembali bergerak menuju kawasan pesisir Sungai Rambai. Sekitar pukul 10.30 WIB, jenazah kedua berhasil dievakuasi.
Kedua jenazah kemudian diamankan untuk proses penanganan lebih lanjut. Hingga proses evakuasi selesai, identitas dan asal-usul keduanya belum dapat dipastikan sehingga masih berstatus sebagai jenazah tanpa identitas.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan juga menemukan satu unit skoci bertuliskan “KM Virgo Transport 8”.
Namun, temuan skoci tersebut masih dalam tahap pendataan dan koordinasi dengan instansi terkait. Karena itu, belum ada kesimpulan bahwa skoci tersebut memiliki hubungan dengan dua jenazah yang ditemukan.
Kapolsek Seruyan Hilir IPDA Eko Andrianto mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan petugas sekaligus aspek kemanusiaan.
“Kedua jenazah sudah berhasil kami evakuasi. Untuk identitas maupun asal-usulnya masih dalam proses pemeriksaan dan identifikasi. Kami bersama instansi terkait akan menindaklanjuti temuan ini sesuai prosedur,” ujar IPDA Eko Andrianto.
Setelah seluruh proses evakuasi selesai, tim gabungan kembali ke Kantor Desa Sungai Perlu sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan konsolidasi.
Selanjutnya, kedua jenazah tanpa identitas akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi.
Sementara itu, temuan skoci bertuliskan KM Virgo Transport 8 akan didata dan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk mengetahui asal-usul serta informasi lebih lanjut mengenai benda tersebut. (FAHRUL/H)









