PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran meminta Pemerintah Kabupaten Barito Selatan memperkuat penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau panjang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan di Kantor Bupati Barito Selatan, Senin, 21 September 2026.

Gubernur menyampaikan bahwa kemarau panjang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026 dan dalam beberapa minggu terakhir kejadian karhutla di wilayah Kalteng meningkat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla.

“Penanganan karhutla bukan soal pemadaman saja, tetapi juga penanganan dampak bagi masyarakat. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan didorong menyiapkan langkah penanganan dampak karhutla, termasuk Rumah Oksigen, masker, air bersih, serta kebutuhan masyarakat lainnya.

Gubernur menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan seluruh elemen, termasuk dunia usaha dan masyarakat,” katanya. (HERMAWAN DP/H)