BORNEONEWS, Sampit - Seekor kukang ditemukan terluka setelah diduga tersengat listrik di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Satwa dilindungi tersebut diduga berpindah ke area permukiman setelah terdampak kebakaran lahan.
Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan, kukang tersebut ditemukan warga dan kemudian diserahkan kepada aktivis lingkungan untuk mendapatkan penanganan.
"Aktivis lingkungan malam kemarin mendapat laporan dari warga Kecamatan Kota Besi terkait penemuan 1 ekor Kukang yang terluka. Di duga kuat tersetrum listrik," kata Muriansyah, Senin, 21 September 2026.
Kukang tersebut kemudian diamankan oleh aktivis lingkungan Harie dan rekan-rekannya. Satwa itu dibawa ke klinik dokter hewan untuk mendapatkan perawatan.
Muriansyah menyampaikan apresiasi kepada para aktivis lingkungan yang selama ini aktif membantu penyelamatan satwa liar, khususnya satwa dilindungi yang ditemukan di wilayah Kotim.
"Kami berterima kasih kepada kawan-kawan aktivis yang selama ini aktif membantu dalam penyelamatan satwa. Kami terus bersinergi dan menjalin komunikasi. Jadi aktivitas mereka itu kami ketahui dan mereka juga selalu melaporkan apabila ada temuan satwa dilindungi," ujarnya.
Sementara itu, aktivis lingkungan Harie mengatakan, berdasarkan informasi dari warga yang pertama kali menemukan, kukang tersebut diduga berpindah ke area permukiman setelah habitatnya terdampak kebakaran lahan.
Informasi tersebut menyebutkan kukang kemudian menyeberang dan berada di sekitar jaringan listrik hingga akhirnya tersengat.
"Informasinya, kukang pindah ke area warga karena terdampak lahan terbakar. Kukang menyebrang dan akhirnya tersengat listrik di wilayah Kecamatan Kota Besi. Kemarin malam warga menyerahkan kepada kami. Lalu kami berkoordinasi dengan BKSDA Pos Sampit terkait penanganannya," kata Harie.
Aktivis lingkungan terus berkoordinasi dengan BKSDA Pos Sampit untuk memantau kondisi satwa tersebut. (DEWI PATMALASARI/H)









