BORNEONEWS, Palangka Raya - Tidak hanya ketersediaan komoditas cabai rawit di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang jauh dari kata cukup. Ketersediaan cabai besar pun demikian kondisinya, defisit dibanding kebutuhan.

Ini karena jumlah produksi komoditas yang dihasilkan di wilayah ini masih terbilang kecil sementara lompatan kebutuhan sudah sangat jauh. Total kebutuhan per bulan masyarakat Kalteng adalah sebanyak 303 ton. Sementara produksi yang dihasilkan di Kalteng, hanya berkisar 60-an ton perbulan.

Alhasil, defisit yang terjadi sedikitnya 230 ton perbulan dan berharap pasokan dari luar Bumi Tambun Bungai ini.

Hitung-hitungan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kalteng pada Desember 2016 lalu saja, defisit mencapai 235 ton.

Kepala Bidang Produksi Hortikultura Distanak Kalteng, Dewi Erawati menjelaskan, pada Desember 2016 lalu, luas panen hanya 17 hektare dengan total produksi 68 ton.

“Dengan kebutuhan per bulan 303 ton, maka bulan kemarin (Desember 2016) adalah minus atau defisit sebanyak 235 ton, sehingga mendatangkan dari daerah atau provinsi lain,” katanya, Minggu (15/1/2017).

Pada akhir Januari 2017 mendatang, dinasnya memprediksi malah lebih turun lagi produksi petani cabai besar di Kalteng ini. Luas panen menurun dan diperkirakan hanya seluas 11 ha dan jumlah produksi 44 ton.

“Sehingga diprediksi defisit tambah besar, menjadi 259 ton,” pungkasnya. (MUCHLAS ROZIQIN/B-11)