PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menyelimuti Palangka Raya berdampak luas pada sektor penerbangan.

Jarak pandang yang berada di bawah standar minimum memaksa sejumlah maskapai melakukan penyesuaian operasional, termasuk pembatalan penerbangan selama periode tertentu di Bandara Tjilik Riwut.

Garuda Indonesia resmi membatalkan penerbangan nomor GA550/551 untuk periode 21 hingga 27 September 2026.

Keputusan ini diambil menyusul penetapan status tanggap darurat Karhutla di Kalimantan Tengah yang berdampak buruk pada cuaca serta terbatasnya jarak pandang di bandara.

Sementara itu, Citilink juga melakukan penyesuaian operasional. Penerbangan nomor QG452/453 rute Jakarta - Palangka Raya - Jakarta dibatalkan pada tanggal 22, 23, dan 24 September 2026.

Selain itu, penerbangan QG456/457 rute Surabaya - Palangka Raya - Surabaya juga tidak beroperasi pada tanggal 22 dan 24 September 2026.

Executive General Manager (EGM) Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menjelaskan bahwa keputusan ini murni didasarkan pada pertimbangan keselamatan penerbangan.

Jarak pandang yang tidak memenuhi syarat minimum menjadi alasan utama pembatalan tersebut demi menjamin keamanan setiap penerbangan yang beroperasi.

“Kondisi kabut asap yang memburuk membuat jarak pandang di sekitar bandara berada di bawah batas aman pendaratan. Keselamatan penumpang dan awak pesawat adalah prioritas utama, sehingga penyesuaian operasional terpaksa dilakukan,” ujar Made, Selasa, 22 September 2026.

Pihak bandara meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau calon penumpang yang terdampak untuk segera menghubungi maskapai terkait guna memproses perubahan jadwal (reschedule) maupun pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap kondisi segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal dalam waktu dekat," pungkasnya. (PATHUR/j)