BORNEONEWS, Palangka Raya - Jika Anda baru mengenal kuliner ekstrem olahan kelelawar dan ingin mencoba memasaknya sendiri di rumah, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui lebih dahulu.

Mina Indu Guna, salah seorang pedagang kelelawar di Jalan MH Thamrin Palangka Raya mengatakan bahwa untuk membersihkan kelelawar ada aturannya.

"Kalau mau bersihkan sendiri, ingat, bulunya yang berwarna kuning di bagian leher itu jangan dimakan. Karena di situlah hama dan kumannya berkumpul. Jadi kalau mau membersihkannya, itu dulu yang harus dibuang," jelasnya , Minggu (15/1/2017).

Selain itu, lanjut Mina Indu Guna, kelelawar ini boleh dikuliti dengan cara ditarik bulu dan kulitnya dari bagian leher ke bawah. Boleh juga kalau mau, langsung dibelah di bagian dada dan dipotong-potong bersama bulu badannya.

"Karena ada yang suka dengan bulunya, ada juga yang hanya mau dagingnya. Masing-masing saja. Yang pasti bulu yang kuning itu tidak boleh dimakan," pungkasnya.

Jangan lupa untuk memisahkan empedu dari bagian hati dan organ dalam lainnya.

"Empedunya katanya bisa untuk obat asma, telan saja langsung mentah-mentah. Kalau tidak ya buang saja, sama sebenarnya dengan kalau kita memasak hewan lainnya, empedunya kan dibuang. Hanya kalau kelelawar biasanya ada yang menelannya juga untuk obat," jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya, potongan-potongan daging dan kepala yang telah dibelah ini bisa langsung dimasukkan ke dalam panci yang telah diisi air.

"Nggak usah dicuci, makanya kalau mau membersihkannya kelelawar, talenannya harus bersih jadi nggak perlu dicuci langsung dimasak saja," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)