PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya terus berdampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

Kondisi jarak pandang yang berubah-ubah secara cepat memaksa sejumlah maskapai melakukan penyesuaian jadwal, mulai dari penundaan hingga pembatalan penerbangan demi menjaga keselamatan.

Executive General Manager (EGM) Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menjelaskan bahwa gangguan ini bukan disebabkan oleh ketidakteraturan pengelolaan bandara.

Keputusan keberangkatan maupun pembatalan sepenuhnya bergantung pada perkembangan cuaca dan jarak pandang di sekitar kawasan bandara yang berubah sangat cepat.

“Sebenarnya tidak amburadul. Teman-teman maskapai ini melihat tren dari perbaikan cuaca karena perubahannya sangat fluktuatif, seperti roller coaster,” ujar Made, Selasa, 22 September 2026.

Ia mencontohkan, jarak pandang yang sempat berada di angka 1.200 meter dapat turun drastis hingga di bawah 1.000 meter hanya dalam hitungan menit.

Karena ketidakpastian tersebut, maskapai harus mengevaluasi ketat tidak hanya kondisi saat itu, tetapi juga proyeksi cuaca ke depan.

Bahkan pembatalan bisa terjadi saat proses check-in sedang berlangsung, setelah menerima informasi terbaru dari BMKG bahwa tidak ada peluang perbaikan dalam waktu dekat.

“Kalau dari informasi BMKG tidak ada peluang perbaikan cuaca atau jarak pandang, maskapai mengambil keputusan untuk membatalkan penerbangan,” jelasnya.

Made mengakui dampak ini turut menimbulkan kerugian operasional. Selama kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, kerugian yang dialami pihak pengelola diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Meski demikian, ia menyadari bahwa hal ini merupakan kondisi force majeure yang tidak dapat dihindari.

“Kerugian kurang lebih sekitar itu. Namun karena ini kondisi force majeure, kita tidak bisa menolak,” katanya.

Meski terus diterpa gangguan, Bandara Tjilik Riwut tetap beroperasi dan siap melayani penerbangan.

“Kami tetap beroperasi dan siap melayani. Kalau kondisi cuaca memungkinkan dan persyaratan keselamatan terpenuhi, penerbangan dapat dilaksanakan,” pungkasnya. (PATHUR/j)