PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Perusahaan kelapa sawit dan sektor berbasis sumber daya alam di Kalimantan Tengah dinilai memiliki peluang memanfaatkan perkembangan pembiayaan hijau melalui pasar modal.

Peluang tersebut seiring penerapan IDX Green Equity Designation yang dinilai dapat menjadi instrumen untuk mempertemukan perusahaan yang menerapkan prinsip ekonomi hijau dengan investor yang memperhatikan aspek keberlanjutan.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan IDX Green Equity Designation merupakan inisiatif strategis dalam mendukung ekonomi hijau.

“Designation dimaksud adalah penetapan atau label, yang tujuannya adalah membantu investor mengidentifikasi emiten yang kegiatan usahanya benar-benar mendukung ekonomi hijau atau transisi rendah karbon,” kata Primandanu kepada Borneonews pada Selasa, 22 September 2026.

Menurutnya, peluang tersebut cukup relevan bagi Kalimantan Tengah karena daerah ini memiliki potensi besar pada sektor kehutanan dan perkebunan. Perusahaan berbasis ekonomi hijau di daerah dapat memanfaatkan pembiayaan melalui pasar modal dan pada akhirnya memenuhi kriteria green equity.

Primandanu menjelaskan kerangka IDX Green Equity Designation merujuk pada Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) OJK dengan lima pilar utama, yakni Financial, Taxonomy, Governance, Assessment dan Disclosure.

Sementara itu, Pengamat perkebunan kelapa sawit dan ekonomi, Rawing Rambang, menyambut positif perkembangan tersebut. Ia menilai penerapan prinsip keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha, termasuk perkebunan kelapa sawit.

“Sekarang untuk mengembangkan unit usaha harus menganut prinsip-prinsip sustainability yang ramah lingkungan. Apa yang dibangun saat ini harus terus dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang,” ujar Rawing.

Rawing mengatakan perusahaan sawit di Kalteng perlu memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan, salah satunya melalui sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Rawing menilai semakin kuat penerapan keberlanjutan, semakin besar pula peluang perusahaan membangun kepercayaan investor. Ia berharap perusahaan perkebunan dan kehutanan di Kalteng dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan daya saing sekaligus membuka akses pembiayaan.

“Dengan memiliki IDX Green Equity Designation diharapkan perusahaan perkebunan dan kehutanan, sahamnya akan laku terjual di Bursa Efek Indonesia,” pungkas Rawing. (TESTI PRISCILLA/j)