PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Upaya menjaga hutan dinilai akan lebih kuat apabila masyarakat memiliki alasan yang nyata untuk melindungi kawasan tempat mereka menggantungkan kehidupan.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan keberlanjutan bukan semata-mata tentang melindungi hutan dari aktivitas manusia.

“Keberlanjutan pada akhirnya bukan sekadar tentang menyelamatkan hutan dari manusia. Keberlanjutan adalah tentang membuat manusia memiliki alasan untuk menyelamatkan hutannya,” kata Henky kepada Borneonews pada Selasa, 22 September 2026.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan manfaat ekonomi agar dapat menjalankan kehidupan secara layak.

Karena itu, konservasi harus dibarengi pemberdayaan melalui keterampilan, kesempatan usaha, akses pasar dan sumber pendapatan.

Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian menjadi salah satu gambaran pendekatan tersebut.

Masyarakat terlibat dalam pengelolaan kawasan, sementara Danau Masoraian memberikan sumber perikanan bagi kebutuhan pangan dan pendapatan.

Henky mengatakan pola pengelolaan tersebut tidak harus disalin begitu saja ke seluruh wilayah Kalimantan.

Namun, prinsipnya dapat menjadi pembelajaran bahwa masyarakat perlu diberi ruang mengelola, kemampuan menjaga dan manfaat nyata dari sumber daya alam yang mereka lindungi. (TESTI PRISCILLA/j)