BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya mengingatkan seluruh petugas yang bekerja di lapangan untuk menjaga kondisi kesehatan di tengah kualitas udara yang terdampak asap.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno. Menurutnya, kondisi asap yang semakin tebal perlu menjadi perhatian, khususnya bagi petugas yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Untuk teman-teman yang bekerja di lapangan saya selalu mengimbau jaga diri dan jaga kesehatan dengan kondisi asap yang semakin tebal,” ujar Ganjar kepada Borneonews pada Selasa, 22 September 2026.
Meski kondisi udara menjadi tantangan, Ganjar memastikan pelayanan kesehatan hewan, khususnya vaksinasi Hewan Penular Rabies atau HPR, tetap dikejar. Vaksinasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyebaran rabies di Kota Palangka Raya.
DPKP menargetkan cakupan vaksinasi HPR dapat mencapai minimal 80 persen dari total populasi hingga akhir 2026. Target tersebut cukup besar mengingat populasi HPR di Kota Palangka Raya diperkirakan mencapai sekitar 10.000 ekor, yang terdiri atas anjing, kucing, dan kera.
“Capaian vaksin terus kita kejar, minimal 80 persen dari populasi di akhir tahun 2026 ini,” kata Ganjar lagi.
Upaya tersebut semakin mendapat perhatian menjelang 28 September yang diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan rabies, termasuk melalui vaksinasi hewan peliharaan.
Biasanya, peringatan Hari Rabies Sedunia oleh DPKP Kota Palangka Raya juga diisi dengan kegiatan pelayanan steril atau kastrasi hewan secara gratis. Namun, kegiatan tersebut tidak dilaksanakan pada tahun ini karena adanya efisiensi anggaran.
“Kalau biasanya ada steril atau kastrasi gratis, tahun ini ditiadakan dulu. Karena ada efisiensi, jadi libur dulu tahun ini sterilnya,” ujar Ganjar.
Dengan demikian, kegiatan yang menjadi prioritas tahun ini adalah vaksinasi rabies. DPKP tetap mendorong pemilik hewan peliharaan untuk membawa hewan mereka mendapatkan vaksinasi sebagai langkah perlindungan terhadap hewan sekaligus masyarakat.
Ganjar berharap masyarakat ikut mendukung upaya tersebut dengan memastikan hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing, mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin. Pencegahan dinilai penting karena rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan tepat.
“Jadi tahun ini istirahat dulu sterilnya, Bu. Kegiatannya vaksinasi saja,” ujar Ganjar. (TESTI PRISCILLA/y)









