TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, memperkuat langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) dengan menggandeng Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Kalimantan Tengah.

Penguatan sinergi tersebut diwujudkan melalui pengajuan permohonan bantuan personel kepada Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Tengah untuk mendukung pelaksanaan razia gabungan di lingkungan Rutan Tamiang Layang, Selasa, 22 September 2026.

Dalam permohonan tersebut, Rutan Tamiang Layang meminta dukungan 10 personel Brimob. Keterlibatan personel tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan razia sekaligus mendukung upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai penguatan koordinasi dan pelaksanaan razia bersama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat. Kolaborasi lintas institusi dinilai penting untuk memastikan upaya pencegahan berjalan lebih terarah, terukur dan mampu merespons potensi kerawanan sejak dini.

Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, mengatakan sinergi dengan APH merupakan bagian penting dari strategi preventif dalam menjalankan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, keterlibatan unsur penegak hukum dalam kegiatan bersama dapat memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan petugas Rutan.

“Koordinasi dan sinergi dengan Aparat Penegak Hukum terus kami perkuat sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Melalui pelaksanaan razia bersama, kami berharap upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dapat dilakukan secara optimal dan terukur. Sinergi ini juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan dengan baik serta menciptakan lingkungan Rutan yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Menurut Agung, penguatan koordinasi tidak hanya diarahkan pada penanganan ketika gangguan keamanan telah terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui pengawasan dan deteksi dini. Karena itu, komunikasi serta kerja sama dengan berbagai unsur APH terus dibangun sebagai bagian dari sistem pengamanan Rutan.

Rutan Tamiang Layang berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan secara berkelanjutan. Sinergi dengan Brimob dan unsur APH lainnya diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif bagi petugas maupun warga binaan. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)