BORNEONEWS, Nagoya, Jepang - Atlet anggar putra Indonesia Aldo Pratama Arjoni memetik pengalaman berharga setelah menghadapi wakil tuan rumah Jepang Kyousuke Matsuyama pada nomor foil individual putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Aldo yang menjadi satu-satunya atlet putra Indonesia pada cabang olahraga anggar di Asian Games 2026 terhenti di babak 32 besar setelah kalah 4-15 dari Matsuyama, yang meraih medali emas beregu pada Olimpiade Paris 2024.
"Pengalamannya dari segi permainan memang berbeda, tapi saya bisa bermain dan membuat dia cukup kesulitan untuk mendapatkan poin. Saya juga bisa menikmati permainannya," kata Aldo dalam keterangan di Nagoya, Selasa.
Menghadapi atlet yang telah berpengalaman di level Olimpiade membuat Aldo dapat mengukur secara langsung perbedaan permainan, terutama dari sisi kecepatan dan pengambilan keputusan.
Menurut Aldo, persaingan anggar di Asia juga memiliki keterkaitan erat dengan persaingan di level dunia. Ia menyebut Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong sebagai negara yang memiliki kekuatan di cabang olahraga tersebut.
"Asian Games menggambarkan bagaimana anggar kelas dunia itu. Di level Olimpiade dan World Cup pun, yang menguasai benua Asia seperti Jepang, Korea, Hong Kong," ujarnya.
Aldo juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari cara atlet papan atas bertanding. Ia berusaha menyerap detail permainan lawan untuk menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kemampuannya.
"Saya banyak banget mengambil detail-detail cara juara dunia bermain di dalam permainan. Speed mereka pastinya beda level sama kita. Semoga ke depannya saya bisa terus stay untuk mencapai level mereka," tutur Aldo.
Sebelum mencapai babak 32 besar, Aldo harus melewati fase pool round. Ia mengakui sempat tampil kaku dan melakukan sejumlah kesalahan, tetapi mampu meraih satu kemenangan yang membuatnya lolos ke babak berikutnya.
"Di babak pool round aku merasa agak kaku sedikit, nggak fleksibel. Ada beberapa mistake di pool. Tapi aku bisa memenangkan satu pertandingan di pool round, jadi aku bisa lolos ke babak 32 besar,” katanya.
Sementara itu, Indonesia juga menurunkan Fadilah Aprilia pada nomor women’s epee. Fadilah yang tergabung di Pool 1 belum meraih kemenangan dari enam pertandingan pool round.
Fadilah mencatat 12 hits scored dan 30 hits received yang menempatkannya di peringkat ke-31 nomor women’s epee. Salah satu lawan yang dihadapinya adalah wakil Korea Selatan Song Se-ra yang berstatus peringkat satu dunia.
ANTARA









