BORNEONEWS, Ichinomiya, Jepang - Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie akan mengevaluasi kekalahannya saat tampil pada partai pembuka babak perempat final beregu Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Selasa.
Menurut pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu, kondisi lapangan menjadi faktor teknis yang harus ia perhatikan pada penampilan selanjutnya.
"Lebih fokus bagaimana cara bermainnya, terutama meng-handle bolanya karena itu cukup berat. Jadi itu yang harus disiapkan untuk besok, karena memang harus sangat-sangat save," tutur Jonatan saat ditemui setelah pertandingan di Ichinomiya, Jepang.
Jonatan mengaku kaget saat bermain untuk pertama kalinya di arena tersebut, karena kondisi angin yang sangat berpengaruh terhadap pukulan dan arah shuttlecock.
Oleh karena itu, kekalahan hari ini sudah cukup baginya dijadikan pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan pada laga-laga selanjutnya di arena tersebut.
Apalagi perjalanan tim bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026 baru saja dimulai, sehingga masih butuh persiapan dan ketahanan ekstra untuk meraih hasil maksimal.
"Harus tahan, harus ulet, main kuat-kuatan tenaga. Jadi di aspek itu yang memang akan harus diadu ke depannya," pungkas Jonatan.
Sebelumnya, Jonatan gagal mengamankan kemenangan pada partai pertama kompetisi beregu putra saat menghadapi Malaysia. Jonatan dikalahkan Leong Jun Hao dengan mencatatkan skor 22-20, 12-21, 17-21.
ANTARA









