BORNEONEWS, Banjarmasin - Sebanyak 13 dari 18 korban meninggal dunia dalam insiden terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, telah berhasil diidentifikasi hingga Selasa malam, 22 September 2026.
Berdasarkan pemutakhiran data Humas Polresta Banjarmasin yang bersumber dari Tim Forensik RS Bhayangkara Banjarmasin pukul 19.00 WITA, masih terdapat lima jenazah yang belum teridentifikasi dan masih menjalani proses pemeriksaan forensik.
Adapun 13 korban yang telah teridentifikasi yakni:
1. Reyner Fausta Yosilianto (22), Blitar, Jawa Timur.
2. Nurul Rian Hidayat (33), Pamekasan, Jawa Timur.
3. Denny Rizal Saputra (29), Kediri, Jawa Timur.
4. Imam Soeparno (66), Surabaya, Jawa Timur.
5. Erik Maosul Latip (37), Garut, Jawa Barat.
6. Risyan Kurnia Putra (28), Garut, Jawa Barat.
7. Muhammad Abdianoor (30), Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
8. Surya (59), Tapin, Kalimantan Selatan.
9. Yuli (29), Tapin, Kalimantan Selatan.
10. Anas (45), Bangkalan, Jawa Timur.
11. Aldo Nurrahmansyah (19), Kepatihan Wetan.
12. Jumbrik (52), Lamongan, Jawa Timur.
13. I Putu Santyana (38), Cakranegara, Mataram.
Sementara itu, operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) telah memasuki hari ke-10. Tim SAR Gabungan masih memaksimalkan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan, termasuk melakukan penyisiran di sekitar dan bagian dalam bangkai kapal.
Pada hari ke-10 operasi, tiga jenazah berhasil dievakuasi dari bagian dalam bangkai kapal oleh tim penyelam gabungan. Penyelaman melibatkan personel Basarnas Special Group (BSG), TNI Angkatan Laut, serta unsur terkait lainnya.
Proses penyisiran bagian dalam bangkai kapal dilakukan di tengah kondisi bawah air dengan jarak pandang yang sangat terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
Hingga Selasa sore, sebanyak 126 orang dari total 243 penumpang yang tercatat dalam manifest telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 18 orang ditemukan meninggal dunia.
Dengan demikian, sebanyak 117 penumpang masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Pencarian serta proses identifikasi terhadap korban masih terus dilakukan. (SABRIANOOR/j)









