JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Indonesia berharap China terus memberikan dukungan terhadap penguatan Sentralitas ASEAN sekaligus menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Harapan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam perayaan Hari Nasional ke-77 China di Jakarta, Selasa malam, 22 September 2026.

Menurut Djamari, Indonesia akan terus mendorong arsitektur kawasan yang terbuka, inklusif, transparan serta berorientasi pada kerja sama.

“Indonesia akan terus memperkuat Sentralitas ASEAN dan mendorong arsitektur kawasan yang terbuka, inklusif, transparan, dan berorientasi pada kerja sama,” kata Djamari.

Ia berharap kemitraan Indonesia dan China dapat memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya kawasan yang damai, stabil, inklusif dan sejahtera.

Djamari menilai hubungan Indonesia-China memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

Namun, stabilitas tersebut menurutnya tidak dapat dibangun melalui pendekatan eksklusif.

Dialog, rasa saling percaya, penghormatan terhadap hukum internasional serta kemampuan mengelola perbedaan secara damai dinilai menjadi fondasi yang diperlukan dalam membangun hubungan antarnegeri di kawasan.

Kerja sama Indonesia dan China juga tidak hanya bertumpu pada sektor perdagangan serta investasi.

Hubungan bilateral kedua negara telah mencakup bidang politik dan keamanan, konektivitas maritim, hubungan antarmasyarakat hingga koordinasi menghadapi berbagai tantangan regional dan global.

Salah satu mekanisme yang telah dijalankan adalah Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China di Jakarta pada 21 Agustus 2026 yang dilanjutkan dengan pertemuan tingkat menteri format 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.

Dalam pertemuan 2+2 tersebut, Indonesia dan China juga menyatakan dukungan terhadap implementasi Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea serta mendorong penyelesaian Code of Conduct dalam kerangka ASEAN-China dengan tetap mengedepankan Sentralitas ASEAN.

Djamari menilai mekanisme dialog tersebut menunjukkan pentingnya menjaga komunikasi strategis antara kedua negara.

“Kepercayaan antara Indonesia dan China dibangun melalui konsistensi, transparansi, komunikasi, dan kerja sama nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Usaha China untuk Indonesia Zhou Kan menyatakan komitmen Beijing untuk terus bermitra dengan Jakarta dalam melaksanakan berbagai kesepakatan yang telah dicapai.

China juga menyatakan kesiapan memperluas kerja sama konkret dalam berbagai bidang serta meningkatkan Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara.

“Kami juga siap memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif China-Indonesia ke taraf yang lebih tinggi lagi serta bekerja sama mewujudkan komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama,” kata Zhou.

Indonesia berharap penguatan hubungan dengan China tetap berjalan seiring dengan upaya mempertahankan peran ASEAN sebagai pusat dalam arsitektur dan kerja sama kawasan Asia Tenggara.

ANTARA