BORNEONEWS, Jakarta – China menilai hubungan dengan Indonesia memasuki babak baru setelah kedua negara menjalankan Dialog Strategis Komprehensif perdana dan kembali menggelar pertemuan tingkat menteri dalam format 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan.
Kuasa Usaha China di Indonesia Zhou Kan mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya komunikasi dan kerja sama antara Beijing dan Jakarta.
“Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia telah diluncurkan di Jakarta bulan lalu, dengan pertemuan tingkat menteri dalam format ‘2+2’ antara Indonesia dan China sukses dilaksanakan di waktu yang sama,” kata Zhou dalam perayaan Hari Nasional ke-77 China di Jakarta, Selasa malam, 22 September 2026.
Dialog Strategis Komprehensif perdana Indonesia-China berlangsung di Jakarta pada 21 Agustus 2026. Pada hari yang sama, kedua negara juga menggelar pertemuan kedua mekanisme dialog menteri luar negeri dan pertahanan atau 2+2.
Menurut Zhou, semakin intensifnya interaksi pejabat tinggi kedua negara diharapkan memperkuat rasa saling percaya sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.
China menyatakan siap bekerja sama dengan Indonesia untuk melaksanakan berbagai kesepakatan yang telah dicapai dan memperluas kerja sama konkret.
“Kami juga siap memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif China-Indonesia ke taraf yang lebih tinggi lagi serta bekerja sama mewujudkan komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama,” ujarnya.
Zhou juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah diundang untuk kembali berkunjung ke China dalam rangka Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC pada November 2026.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun pada 21 Agustus 2026, Prabowo menyampaikan rencana menghadiri pertemuan APEC di China pada November.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan Dialog Strategis Komprehensif menunjukkan pentingnya komunikasi strategis dalam hubungan kedua negara.
Menurutnya, hubungan Indonesia-China berkembang semakin multidimensional sejak kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2013.
“Melalui komunikasi strategis, kita dapat memperkuat saling pengertian, mengelola perbedaan secara dewasa, serta mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama baru,” kata Djamari.
Indonesia juga menekankan pentingnya hubungan bilateral yang tetap dibangun melalui dialog, saling percaya dan pengelolaan perbedaan secara damai.
Pertemuan strategis kedua negara pada Agustus 2026 membahas berbagai bidang, mulai dari politik dan keamanan, pertahanan, ekonomi, konektivitas maritim hingga hubungan antarmasyarakat.
China dan Indonesia selanjutnya berkomitmen memanfaatkan mekanisme Dialog Strategis Komprehensif sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dan mendorong pelaksanaan kesepakatan bilateral secara lebih konkret.
ANTARA









