BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Kalteng membukukan laba bersih sebesar Rp270,09 miliar hingga 31 Agustus 2026, di tengah tekanan suku bunga, persaingan likuiditas dan dinamika ekonomi global.
Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah mengatakan capaian tersebut meningkat 12,34 persen dibanding posisi Juli 2026 yang tercatat sebesar Rp240,41 miliar.
Secara tahunan, laba bersih juga tumbuh 1,79 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
“Meningkat 12,34 persen dibandingkan Juli 2026, atau tumbuh 1,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Maslipansyah di Palangka Raya, Rabu, 23 September 2026.
Menurutnya, pertumbuhan laba tersebut menunjukkan kemampuan Bank Kalteng menjaga kinerja bisnis sekaligus mempertahankan efisiensi operasional dan kualitas aset.
Bank juga tetap mengedepankan pengelolaan risiko serta prinsip kehati-hatian dalam melakukan ekspansi.
“Kami memastikan ekspansi bisnis tetap disertai pengelolaan risiko dan prinsip kehati-hatian agar kinerja yang dicapai sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dari sisi intermediasi, total penyaluran kredit dan pembiayaan Bank Kalteng hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp12,29 triliun.
Jumlah tersebut tumbuh 8,91 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pertumbuhan kredit, struktur pendanaan Bank Kalteng juga mencatat perkembangan positif.
Rasio dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) mencapai 76,82 persen.
Angka tersebut meningkat 3,25 poin persentase dibanding Agustus 2025 yang berada pada posisi 73,57 persen.
Peningkatan porsi dana murah dinilai memberikan ruang lebih besar bagi Bank Kalteng untuk menjaga efisiensi biaya dana sekaligus mendukung fungsi intermediasi perbankan.
Maslipansyah mengatakan pertumbuhan laba hingga Agustus memberikan keyakinan bahwa perseroan masih mampu menjaga kesinambungan bisnis di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Ke depan, Bank Kalteng akan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, likuiditas dan permodalan.
“Fokus kami selanjutnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, likuiditas dan permodalan serta terus meningkatkan kontribusi bagi perekonomian daerah,” katanya.









