PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak terhadap kesehatan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan lainnya pada anak.

Di RSUD Pulang Pisau, tercatat sekitar 100 pasien anak dengan keluhan diare, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap.

Dokter Spesialis Anak RSUD Pulang Pisau, dr Franky Luhulima, mengatakan kondisi kabut asap yang terjadi saat ini membuat orangtua perlu meningkatkan perhatian terhadap kesehatan anak.

"Orangtua sebisa mungkin menjaga anak-anaknya. Sementara kabut asap masih terjadi, lebih baik anak bermain di dalam rumah dan menghindari terhirup asap kebakaran hutan secara berlebihan," kata dr Franky. Rabu, 23 September 2026.

Menurutnya, selain ISPA, anak juga dapat mengalami gangguan kesehatan lain seperti muntah-muntah dan diare. Karena itu, orangtua perlu memastikan anak tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup, makanan dan minuman yang bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Ia mengingatkan agar anak tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih pekat.

"Jangan sampai anak-anak terlalu banyak terpapar asap. Kita berharap mereka terhindar dari ISPA maupun penyakit lainnya seperti muntah-muntah dan diare yang dapat membahayakan anak-anak," ujarnya.

Meski demikian, kasus diare pada anak tidak dapat secara langsung seluruhnya dikaitkan dengan paparan kabut asap. Diare dapat disebabkan berbagai faktor, seperti infeksi, makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kondisi kebersihan lingkungan.

Orangtua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami diare berulang, muntah terus-menerus, lemas, tidak mau minum, atau menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan. (RETHA/Y)