BORNEONEWS, Tangerang - Konsultan intervensi jantung dari Eka Hospital MT Haryono dr. Rizki mengatakan penggunaan teknologi drug-coated balloon (DCB) jadi pilihan medis ideal bagi pasien yang alami penyempitan berulang di dalam ring.
"Meski tidak sepenuhnya menggantikan peran ring, teknologi DCB atau balon khusus yang bagian luarnya dilapisi obat antirestenosis menjadi pilihan untuk kondisi tertentu seperti menangani sumbatan pada pasien yang pernah dipasang ring tanpa perlu menumpuk ring baru," kata dr. Rizki dalam keterangannya di Tangerang, Rabu.
Selain itu, penggunaan balon berbalut obat bisa digunakan bagi pasien dengan pembuluh darah berukuran kecil untuk dipasangi stent logam serta pasien risiko perdarahan tinggi karena tidak meninggalkan implan. "Inovasi mutakhir ini menawarkan terapi tanpa meninggalkan implan permanen," tambahnya.
Sementara itu, sistem kerja DCB yakni balon dimasukkan ke lokasi penyempitan dan dikembangkan selama beberapa detik. Obat pada permukaan balon akan ditransfer langsung ke dinding pembuluh darah. Setelah obat terserap, balon dikempiskan dan dikeluarkan kembali dari dalam tubuh tanpa meninggalkan benda asing atau implan permanen.
Keunggulan teknologi DCB yakni struktur alami pembuluh darah tetap terjaga dan dapat merespons pelebaran dan penyempitan alami secara normal. Penyerapan obat cepat dan merata dan memudahkan prosedur medis di masa depan karena tidak ada jaringan logam yang tertinggal.
"Inovasi ini hadir untuk membuka kembali aliran darah ke otot jantung dengan cara yang makin aman, minimal invasif, serta memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik," ujarnya.
Apalagi, lanjut dr Rizki, penyakit jantung koroner akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
"Selama beberapa dekade terakhir, dunia kedokteran kardiovaskular terus mengalami perkembangan pesat dalam prosedur intervensi koroner perkutan atau pasang ring dan balon jantung," katanya.
Adapun teknologi intervensi jantung dari awal hingga kini yakni balon angioplasti konvensional yakni teknologi awal dengan sistem kerja balon kecil dikembangkan di dalam pembuluh darah untuk meregangkan area yang menyempit.
Lalu pemasangan ring jantung konvensional yakni jaring logam (stent) untuk membantu menyangga dinding pembuluh darah agar tidak menguncup kembali. Namun, jaringan parut alami tubuh kerap tumbuh di dalam ring tersebut.
Selain itu, ring jantung berbalut obat yakni inovasi ring yang dilapisi obat untuk mencegah pertumbuhan jaringan parut berlebih di dalam stent.
Kemudian balon jantung berbalut obat atau drug-coated balloon adalah inovasi mutakhir yang menawarkan terapi tanpa meninggalkan implan permanen.
"Pemilihan metode intervensi jantung, baik menggunakan ring berbalut obat maupun balon berbalut obat harus didasarkan pada evaluasi klinis serta struktur anatomi pembuluh darah pasien," tegasnya.
ANTARA









