BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Sudarto, menilai upaya mitigasi bencana perlu diarahkan tidak hanya pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pada menjaga dan memperkuat fungsi ekosistem.
Menurutnya, langkah tersebut penting karena karakteristik wilayah Kota Palangka Raya memiliki sejumlah tantangan lingkungan, termasuk kawasan gambut yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Mitigasi juga perlu diarahkan pada upaya menjaga dan memperkuat fungsi ekosistem,” kata Sudarto, Rabu, 23 September 2026.
Ia mengatakan penguatan mitigasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana.
Sudarto juga menyampaikan bahwa tahun 2026 dukungan anggaran untuk bidang kebencanaan telah ditambah. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana.
“Anggaran untuk kebencanaan sudah ditambah,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan anggaran perlu diikuti dengan perencanaan yang tepat, penguatan sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor agar upaya mitigasi dapat berjalan maksimal.
Ia berharap, penguatan mitigasi berbasis lingkungan dapat menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla dan bencana lainnya di Kota Palangka Raya. (MARINI/Y)









