BORNEONEWS, Tamiang Layang – Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas sekitar 0,5 hektare di Jalan Irigasi Janah Harapan, Kelurahan Ampah Kota, Kabupaten Barito Timur, Rabu, 23 September 2026.
Operasi pemadaman berlangsung selama 91 menit, dimulai pukul 12.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.31 WIB. Petugas tidak hanya memadamkan kobaran api tetapi juga melakukan pembatasan jalur rambatan untuk mencegah kebakaran meluas ke area di sekitarnya.
Kepala KPHP Barito Hilir Zainal Abidin mengatakan, penanganan dilakukan secara cepat setelah tim menerima laporan adanya kebakaran di kawasan tersebut.
“Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan segera melakukan pembatasan jalur api serta pemadaman,” ujar Zainal.
Kebakaran terjadi pada kawasan semak belukar dengan kondisi tanah berupa mineral dan gambut. Api membakar bagian atas sekaligus bagian bawah lahan sehingga petugas harus memastikan seluruh bagian yang terbakar benar-benar terbasahi untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Upaya pemadaman juga didukung keberadaan saluran irigasi yang berada sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran. Sumber air tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penyiraman selama proses pemadaman berlangsung.
Dalam operasi itu, personel menggunakan dua unit mobil operasional, satu mesin pompa Honda 160GX 5 HP, selang hisap, 12 roll selang penghantar serta dua nozzle.
Pemadaman melibatkan Regu MPA Pengembara Posko 1, Pemadam Pemda Ampah, personel Brimob, Tim Kecamatan Dusun Tengah serta warga setempat.
Zainal menjelaskan, kondisi angin di lokasi cukup kencang sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Tiupan angin membuat api lebih cepat menjalar pada vegetasi yang mudah terbakar.
“Kendalanya di lapangan adalah angin yang cukup kencang sehingga api sangat cepat meluas,” katanya.
Meski demikian, upaya pembatasan jalur api dan penyiraman yang dilakukan secara bersama-sama berhasil menghentikan pergerakan api. Sekitar 0,5 hektare lahan yang terbakar akhirnya dapat dikendalikan seluruhnya.
“Luas yang terbakar diperkirakan sekitar 0,5 hektare dan seluruh luasan tersebut berhasil dipadamkan. Kondisi terakhir di lokasi sudah padam,” ujar Zainal.
Lokasi kebakaran berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Hingga operasi berakhir, tidak dilaporkan adanya perluasan api ke kawasan lain.
Tim juga memastikan kondisi lokasi tetap terkendali setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan. Penanganan cepat menjadi penting mengingat kebakaran berlangsung di tengah kondisi kemarau dan hembusan angin yang dapat mempercepat penjalaran api.
Peristiwa di Jalan Irigasi Janah Harapan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana keberadaan sumber air yang dekat dengan titik kebakaran dapat menunjang proses pemadaman.
Dalam waktu sekitar satu setengah jam, api yang membakar lahan seluas setengah hektare berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih jauh. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









