JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan transportasi darat berupa bus bagi penumpang yang terdampak gangguan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Bus tersebut disiapkan untuk penumpang yang memilih melanjutkan perjalanan udara melalui Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan fasilitas itu menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan, tetapi tidak dapat berangkat dari Palangka Raya karena jarak pandang belum memenuhi kebutuhan operasional.

“Kalau memang ada masyarakat yang ingin melanjutkan penerbangan dari Banjarmasin karena penerbangan dari Palangka Raya belum memungkinkan, pemerintah kota siap memfasilitasi transportasi darat,” kata Fairid di Palangka Raya, Kamis, 24 September 2026.

Pemko akan melihat kebutuhan penumpang terlebih dahulu sebelum menyiapkan armada dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Langkah tersebut dilakukan karena gangguan penerbangan dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah calon penumpang tertahan dan harus mencari pilihan perjalanan lain.

Fairid juga meminta maskapai mempertimbangkan kembali penjualan tiket dari Bandara Tjilik Riwut selama kondisi jarak pandang masih belum memberikan kepastian terhadap operasional penerbangan.

“Jangan sampai masyarakat sudah membeli tiket, tetapi kemudian penerbangannya tidak bisa dilakukan karena kondisi jarak pandang. Kami berharap maskapai dapat menyesuaikan kondisi operasional penerbangan yang masih belum normal,” ujarnya.

Menurutnya, ketidakpastian penerbangan tidak hanya berdampak pada jadwal perjalanan, tetapi juga dapat mengganggu agenda lanjutan penumpang, mulai dari pekerjaan, pendidikan, kunjungan keluarga hingga penerbangan sambungan.

Karena itu, Pemkot Palangka Raya meminta pengelola bandara dan maskapai memberikan informasi secara cepat terkait perubahan jadwal, pembatalan maupun alternatif perjalanan.

Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Bandara Tjilik Riwut untuk memastikan penumpang yang tertahan tetap memperoleh informasi dan pelayanan selama menunggu kepastian keberangkatan.

“Yang paling penting keselamatan penumpang. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pihak bandara dan maskapai untuk mencari langkah terbaik selama kondisi penerbangan belum normal,” kata Fairid.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Yulindra Dedy mengatakan sejumlah maskapai telah menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut.

Berdasarkan laporan pihak bandara, Garuda Indonesia dijadwalkan tidak beroperasi hingga 26 September 2026.

Citilink menghentikan sementara operasional hingga 27 September, sedangkan Lion Group hingga 24 September 2026.

Meski penerbangan terganggu, Bandara Tjilik Riwut tidak ditutup.

Humas Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Andi Wiguna mengatakan kondisi yang terjadi adalah tidak adanya operasional penerbangan dari maskapai pada periode tertentu.

“Kemungkinan sampai tanggal 26, itu juga masih bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.

Pihak bandara mengimbau calon penumpang terus memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan menghubungi maskapai apabila membutuhkan informasi mengenai perubahan jadwal.

Pemantauan visibility juga terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan agar operasional penerbangan dapat kembali berjalan ketika kondisi memungkinkan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.