PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencapai sekitar 14.086 kasus secara kumulatif hingga minggu epidemiologi ke-36 (M-36).

Kepala Dinas Kesehatan Kobar Hardino mengatakan, perkembangan kasus ISPA menjadi perhatian di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak Juli 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kobar, pada M-28 tercatat 335 kasus ISPA. Jumlah tersebut meningkat menjadi 457 kasus pada M-29, kemudian 468 kasus pada M-30.

Puncak kasus terjadi pada M-31 dengan 566 kasus. Secara keseluruhan, dari M-28 hingga M-31 terjadi peningkatan kasus sekitar 68,9 persen.

Setelah mencapai puncak, kasus ISPA sempat menurun. Pada M-32 tercatat 514 kasus, M-33 sebanyak 461 kasus dan M-34 sebanyak 422 kasus.

Namun, kasus kembali meningkat pada M-35 menjadi 534 kasus sebelum turun menjadi 471 kasus pada M-36.

"Kalau ISPA, memang meningkat. Peningkatan kasus ini beriringan dengan kondisi karhutla dan kualitas udara yang menurun," jelas Hardino, Kamis, 24 September 2026.

Walaupun pada M-36 terjadi penurunan dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah tersebut masih 40,6 persen lebih tinggi dibandingkan M-28.

Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan penyakit yang berkaitan dengan kualitas udara, termasuk ISPA, pneumonia dan infeksi saluran pernapasan lainnya. (WAHYU KRIDA/j)