TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Barisan Antang Dayak (Gerbang Dayak) Kabupaten Barito Timur menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga kerukunan, persatuan dan kondusivitas daerah melalui pencegahan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme serta konflik sosial.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Museum Lewu Hante, Kelurahan Taniran, Kamis, 24 September 2026. Gerbang Dayak Barito Timur mengajak masyarakat untuk memperkuat toleransi dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang berpotensi memecah persatuan.

Ketua DPC Gerbang Dayak Kabupaten Barito Timur, Marianus, mengatakan keberagaman masyarakat di Kalimantan Tengah merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Menurutnya, upaya menjaga keamanan dan keharmonisan sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Kami dari Gerbang Dayak Barito Timur mendukung upaya pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme serta konflik sosial. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Marianus menuturkan, nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Dayak dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang damai. Perbedaan latar belakang, keyakinan maupun pandangan tidak semestinya menjadi alasan untuk mempertajam perpecahan di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, terutama melalui media sosial. Menurut Marianus, informasi yang belum jelas kebenarannya dapat dengan cepat berkembang menjadi isu yang memicu kesalahpahaman apabila tidak disikapi secara kritis.

“Kita harus membangun kesadaran bersama bahwa keamanan dan kedamaian daerah merupakan kepentingan kita semua. Kalau ada informasi yang belum jelas, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Mari kita tabayun, berdialog dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin,” ujarnya.

Kegiatan di Museum Lewu Hante tersebut sekaligus menjadi bagian dari pesan Gerbang Dayak Barito Timur untuk memperkuat semangat hidup berdampingan secara damai. Organisasi tersebut mendorong masyarakat agar mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masing-masing.

Selain mencegah berkembangnya paham intoleran dan radikal, upaya menjaga keharmonisan sosial dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dalam suasana aman dan nyaman. Gerbang Dayak Barito Timur berharap pesan tersebut dapat diteruskan hingga tingkat keluarga dan komunitas.

“Kami ingin masyarakat Barito Timur tetap hidup rukun, saling menghargai dan saling menjaga. Jangan beri ruang bagi paham atau tindakan yang dapat merusak persaudaraan. Persatuan harus kita rawat bersama demi Barito Timur dan Kalimantan Tengah yang aman dan harmonis,” kata Marianus. (AGUSTINUS BOLE MALO/J)