PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Menurut Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, keberlanjutan hutan sangat berkaitan dengan bagaimana masyarakat memandang manfaat kawasan tersebut bagi kehidupan mereka.

Masyarakat, kata dia, perlu memiliki alasan yang kuat untuk menjaga sumber daya alam di sekitarnya.

“Keberlanjutan adalah tentang membuat manusia memiliki alasan untuk menyelamatkan hutannya,” kata Henky kepada Borneonews pada Kamis, 24 September 2026.

Menurutnya, alasan tersebut dapat dibangun melalui manfaat ekonomi, ketersediaan sumber pangan, perlindungan sumber air serta keterlibatan langsung masyarakat dalam pengelolaan.

Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian menjadi salah satu gambaran pendekatan tersebut.

Kawasan sekitar 3.006 hektare itu dikelola masyarakat melalui KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.

Selain menjaga kawasan, masyarakat memperoleh manfaat melalui perikanan dan kegiatan pengelolaan.

Henky menilai pola tersebut penting karena masyarakat bukan hanya diminta menjaga alam, tetapi juga memperoleh manfaat dari alam yang mereka jaga.

Dengan pendekatan tersebut, konservasi dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sesuatu yang berdiri terpisah dari kebutuhan mereka. (TESTI PRISCILLA/J)