PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — SMPIT Tiara Az-Zahra menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dan guru sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak dini.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Muhamad Aswani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan antikorupsi tidak hanya penting diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, korupsi tidak selalu berkaitan dengan uang. Perilaku seperti korupsi waktu, mencurangi teman, berbohong, mengambil sesuatu yang bukan hak, maupun tidak mengembalikan barang milik orang lain juga merupakan bentuk perilaku yang perlu dihindari.

“Korupsi tidak mutlak tentang uang. Korupsi waktu, mencurangi teman, dan berbagai bentuk ketidakjujuran merupakan perilaku yang harus kita hindari,” ujar Muhamad Aswani dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, melalui sosialisasi tersebut para peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai cara menghindari perilaku korupsi maupun perilaku tidak baik yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Muhamad Aswani juga menekankan pentingnya membangun budaya kejujuran melalui praktik sederhana di sekolah. Salah satunya melalui kantin kejujuran. Ia mengajak siswa untuk membayar sesuai barang yang diambil, mengambil uang kembalian sesuai haknya, serta membiasakan diri mengembalikan barang milik teman.

“Kalau kita punya kantin kejujuran, tetap dijalankan. Membeli dan mengambil kembalian sesuai dengan hak kita. Begitu juga dengan barang milik teman, apabila kita memiliki atau meminjamnya, maka harus dikembalikan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMPIT Tiara Az-Zahra, Jesiati, menyambut baik pelaksanaan agenda sosialisasi Pendidikan Antikorupsi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan kebiasaan jujur dan bertanggung jawab sejak di bangku sekolah.

Jesiati berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam sosialisasi tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Pendidikan karakter, khususnya nilai kejujuran dan integritas, perlu dibangun melalui pembiasaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman sekaligus mendorong anak-anak untuk mempraktikkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, SMPIT Tiara Az-Zahra terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas. (TESTI PRISCILLA/j)