PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah mendorong hasil sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam menghadapi sisa musim kemarau.

Ketua Harian DAD Kalteng Andrie Elia Embang menyampaikan FGD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah merupakan tindak lanjut dari sosialisasi intensif yang dilakukan bersama Mabes TNI AD sepanjang Agustus hingga September 2026.

“Kegiatan FGD hari ini merupakan langkah krusial sebagai tindak lanjut langsung dari hasil sosialisasi intensif yang telah dilaksanakan bersama Mabes TNI AD,” sebut Elia dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Kamis, 24 September 2026.

Ia menegaskan hasil sosialisasi tidak boleh berhenti sebagai laporan, tetapi seluruh informasi dan pembelajaran dari lapangan harus diterjemahkan menjadi aksi nyata.

Menurutnya, kewaspadaan perlu terus diperkuat karena musim kemarau masih berlangsung, sementara karhutla tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan kehidupan sosial ekonomi.

Karena itu, DAD Kalteng mendorong keterlibatan lembaga adat untuk membina, mengedukasi, dan mengajak masyarakat mencegah potensi karhutla sejak dini.

“Jangan sampai titik api meluas dan membakar masa depan generasi kita,” tegasnya.

Melalui FGD tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong terbentuknya langkah yang strategis, taktis, dan terintegrasi agar api lebih cepat ditangani, masyarakat lebih terlindungi, layanan dasar tetap berjalan, dan dampak asap terhadap kehidupan masyarakat dapat ditekan. (HERMAWAN DP/H)