BORNEONEWS, Palangka Raya – Jumlah investor pasar modal di Kalimantan Tengah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam setahun terakhir.
Hingga Juli 2026, jumlah investor tercatat mencapai 264.721 investor, meningkat dibandingkan Juli 2025 yang sebanyak 118.611 investor.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal.
Menurut Primandanu, peningkatan jumlah investor perlu diikuti dengan penguatan pemahaman masyarakat mengenai produk investasi.
Sebab, pertumbuhan jumlah investor tidak hanya berkaitan dengan pembukaan akses, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami karakteristik dan risiko produk yang dipilih.
“Mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu mekanisme, manfaat, dan risiko investasi sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Primandanu dalam rilisnya pada Kamis, 24 September 2026.
Pertumbuhan investor juga diikuti peningkatan aktivitas transaksi saham. Nilai transaksi saham di Kalimantan Tengah tercatat naik dari Rp0,12 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp0,18 triliun pada Juli 2026.
OJK Kalteng bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan literasi pasar modal melalui berbagai kegiatan edukasi. Salah satunya Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa baru Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Sepanjang 2026, OJK Kalteng bersama BEI Kalteng dan perusahaan sekuritas telah melaksanakan sembilan kegiatan Sekolah Pasar Modal Goes to Campus di tujuh perguruan tinggi. Dari rangkaian kegiatan tersebut terbentuk 816 Single Investor Identification (SID) baru.
Primandanu mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan peluang pengembangan basis investor dari kalangan mahasiswa masih terbuka. Namun peningkatan jumlah investor perlu berjalan seiring dengan kemampuan mengelola keuangan, memahami instrumen investasi, serta melakukan mitigasi risiko. (TESTI PRISCILLA/R)









