BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Tjilik Riwut, Kuala Kapuas menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai kondisi aliran air pada saluran di kawasan RT 22/RW 03, Kelurahan Selat Dalam.
Informasi tersebut disampaikan salah seorang warga melalui jejaring relawan. Saluran yang menjadi perhatian berada di bagian belakang fasilitas SPPG dan mengarah ke kawasan aliran sungai.
Borneonews kemudian melakukan pemantauan di lokasi pada Kamis, 24 September 2026, sekaligus meminta penjelasan kepada pihak SPPG untuk mengetahui aktivitas yang berkaitan dengan aliran air tersebut.
Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus pemilik fasilitas SPPG, Wiwik Suharti menjelaskan bahwa air yang terlihat keluar pada saluran merupakan air biasa, air setelah membersihkan lantai.
Wiwik mengatakan berbagai sisa bahan makanan dari aktivitas dapur, telah ditangani melalui proses pemilahan dan penanganan secara selektif.
"Proses tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan aktivitas dapur dan upaya menjaga kondisi lingkungan di sekitar fasilitas SPPG," tambahnya.
Terkait kondisi di sekitar fasilitas, Wiwik menambahkan bahwa pihaknya telah mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan pihak RT Rabu malam.
Komunikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyampaian informasi mengenai kondisi lingkungan di sekitar SPPG.
Dengan demikian, informasi mengenai aliran air tersebut telah dikonfirmasi langsung kepada pengelola SPPG.
Penjelasan mengenai sumber air di sekitar lokasi menjadi bagian dari informasi yang perlu dilihat secara utuh agar kondisi di lapangan tidak hanya dipahami berdasarkan tampilan atau kesan yang muncul. (SABRIANOOR/R)









