BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabupaten Kotawaringin Barat atau Kobar menjadi salah satu daerah dengan kontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan investor pasar modal di Kalimantan Tengah. Hingga Juli 2026, jumlah investor di daerah tersebut mencapai 31.467 investor.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan jumlah tersebut setara sekitar 11,87 persen dari total investor pasar modal di Kalimantan Tengah yang mencapai 264.721 investor.
Dengan capaian tersebut, Kotawaringin Barat menempati posisi ketiga jumlah investor pasar modal di Kalimantan Tengah. Posisi tersebut berada setelah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas.
Primandanu menilai tingginya jumlah investor di Kobar menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap instrumen pasar modal.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk terus memperluas edukasi mengenai investasi yang legal dan berada dalam pengawasan.
“Mahasiswa tidak hanya perlu mengenal berbagai instrumen pasar modal, tetapi juga memahami mekanisme, manfaat, dan risiko investasi sebelum mengambil keputusan,” ujarnya kepada Borneonews pada Kamis, 24 September 2026.
Salah satu upaya memperluas pemahaman tersebut dilakukan melalui Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa baru Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu atau SEPMT 2026.
OJK Kalteng bersama BEI Kalteng dan perusahaan sekuritas juga telah menggelar sembilan kegiatan Sekolah Pasar Modal Goes to Campus di tujuh perguruan tinggi sepanjang 2026. Kegiatan tersebut menghasilkan 816 SID baru.
Primandanu mengatakan basis investor dari kalangan mahasiswa masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Karena itu, perluasan akses investasi harus disertai penguatan literasi agar mahasiswa memahami pengelolaan keuangan, karakteristik instrumen investasi dan risiko sebelum menempatkan dana.(TESTI PRISCILLA/R)









