BORNEONEWS, Palangka Raya – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau DPD GMNI Kalimantan Tengah menilai penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
Wakabid Propaganda DPD GMNI Kalteng, Herman Fland Dakhi, mengatakan kondisi masyarakat yang masih menjalankan aktivitas sehari-hari tidak berarti ancaman kesehatan akibat paparan asap telah berkurang.
Menurutnya, masyarakat tetap bekerja dan beraktivitas karena tuntutan ekonomi, sehingga kondisi tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan keadaan telah kembali normal.
DPD GMNI Kalteng mengingatkan bahwa kabut asap berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya yang lebih mudah terdampak kualitas udara buruk.
Herman menilai penyampaian laporan mengenai kondisi di daerah terdampak karhutla perlu memperhatikan aspek kesehatan masyarakat agar tidak mengurangi urgensi penanganan bencana.
"Rakyat Kalimantan tidak butuh laporan manis di meja istana, rakyat butuh pemadaman nyata dan penanganan kesehatan," kata Herman kepada Borneonews pada Kamis, 24 September 2026.
Ia juga menilai bantuan kesehatan, distribusi masker, layanan medis, serta percepatan pemadaman titik api harus terus dilakukan selama kabut asap masih terjadi.
DPD GMNI Kalteng berharap pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla, baik pada aspek pemadaman maupun perlindungan kesehatan masyarakat terdampak. (TESTI PRISCILLA/R)









