PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat atau Kobar mendorong penguatan literasi keuangan, khususnya di bidang pasar modal, dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Bupati Kotawaringin Barat, dalam hal ini diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Alfa Husain, mengapresiasi pelaksanaan edukasi pasar modal yang menyasar mahasiswa Universitas Antakusuma.

Menurut Alfa, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam memperluas edukasi keuangan karena mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang dapat menjadi bagian dari penguatan literasi keuangan di daerah.

“Peningkatan literasi keuangan, khususnya di bidang pasar modal, perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi,” terang Alfa dalam rilis OJK Kalteng pada Kamis, 24 September 2026.

Ia mengatakan edukasi pasar modal tidak hanya berkaitan dengan pengenalan berbagai produk investasi. Mahasiswa juga perlu dibekali pemahaman mengenai risiko sehingga mampu mempertimbangkan setiap keputusan keuangan secara lebih matang.

Alfa berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkaya pengetahuan mengenai pasar modal.

Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mengelola keuangan secara lebih baik di tengah semakin beragamnya pilihan produk dan layanan keuangan.

“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan, memahami risiko investasi, dan menjadi bagian dari masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), perguruan tinggi dan pihak terkait lainnya menjadi penting untuk memperluas jangkauan edukasi.

Kolaborasi antarpihak dapat membuat literasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi pasar modal bagi mahasiswa Universitas Antakusuma tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah, khususnya dengan mendorong generasi muda memahami investasi secara legal, bijak dan bertanggung jawab.(TESTI PRISCILLA)