PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya tetap beroperasi dan seluruh fasilitas pelayanan masih siap digunakan meski sejumlah maskapai menghentikan sementara penerbangan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengatakan gangguan terjadi pada operasional penerbangan, bukan pada kesiapan bandara.

“Secara pilar korporat kami, ada tiga yaitu people, process dan premises. Ini berjalan sesuai SOP yang disediakan. Jadi semuanya serviceable,” kata I Made Darmawan dikutip Jumat, 25 September 2026.

Petugas bandara tetap menjalankan tugas masing-masing, pelayanan kepada masyarakat tetap disiapkan, sedangkan fasilitas terminal maupun sisi udara masih dalam kondisi siap digunakan.

Dalam kondisi normal, Bandara Tjilik Riwut melayani sekitar delapan keberangkatan dan delapan kedatangan setiap hari.

Maskapai yang beroperasi dari bandara tersebut antara lain Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Group.

Namun, kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya membuat jarak pandang pada Rabu, 23 September 2026 tidak memenuhi batas keselamatan operasional penerbangan.

Kondisi itu membuat sejumlah maskapai memilih sementara tidak mengoperasikan penerbangan atau menerapkan no operation.

Keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan sekaligus kondisi operasional masing-masing maskapai.

“Ada yang sampai dengan tanggal 24, ada yang sampai dengan tanggal 26. Ini masih dalam proses pengaturan ataupun perkiraan waktunya,” ujar I Made.

Menurutnya, penerbangan dapat kembali berjalan apabila jarak pandang telah memenuhi batas minimum keselamatan dan data kondisi udara menunjukkan perkembangan yang konsisten.

Pemantauan dilakukan bersama pihak terkait, termasuk BMKG.

Berhentinya sementara penerbangan juga berdampak pada aktivitas transportasi antarmoda di kawasan bandara.

Layanan taksi tetap tersedia, tetapi jumlah pengguna berkurang karena tidak ada penumpang yang tiba maupun berangkat ketika penerbangan dihentikan.

I Made berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas penerbangan kembali normal.

“Diharapkan ini bisa seperti sediakala, jadi normal kita melayani masyarakat Kalimantan Tengah untuk menuju dan keluar dari Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya,” katanya.

ANTARA